LSM PERAK Selidiki Dugaan Penyalahgunaan Dana BOS, Siap Tempuh Jalur Hukum
Takalar,Detikterkini.my.id – Dugaan penyalahgunaan Dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) di Takalar semakin menguat. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PERAK tengah melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan (Puldata dan Pulbaket) untuk mengungkap indikasi bisnis terselubung dalam pengadaan foto Bupati dan Wakil Bupati Takalar serta paket buku di sekolah-sekolah tingkat TK-Paud, SD, dan SMP.
Koordinator Divisi Hukum dan Pelaporan LSM PERAK, Burhan Salewangan, SH, mengungkapkan kecurigaannya terhadap adanya persekongkolan oknum dalam menggerogoti anggaran BOS melalui skema bisnis yang melibatkan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S).
“Kami curiga ada persekongkolan oknum yang memanfaatkan dana BOS lewat beberapa kegiatan berbasis bisnis melalui K3S,” ujar Burhan.
Dugaan semakin kuat dengan adanya indikasi keterlibatan orang dekat Bupati yang mengendalikan distribusi foto dan buku ke sekolah-sekolah. Selain itu, terdapat dugaan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) turut mengetahui praktik ini melalui mekanisme perizinan kepada penyedia.
Kepala Dinas Pendidikan Takalar, Darwis, saat dikonfirmasi, tidak membantah adanya keterlibatan pihak luar dalam penawaran proyek tersebut. “Para penyedia datang ke saya meminta izin untuk menawarkan. Jadi, saya bilang silakan ke sekolah karena mereka yang lebih tahu seperti apa mekanismenya,” jelas Darwis melalui pesan WhatsApp beberapa waktu lalu.
LSM PERAK menegaskan akan membawa kasus ini ke ranah hukum jika bukti yang dikumpulkan sudah cukup kuat. “Kami akan melaporkan dugaan ini ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan,” tegas Burhan.
Hingga berita ini diterbitkan, polemik ini terus menjadi sorotan publik. Masyarakat pun menunggu langkah tegas aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan penyalahgunaan dana BOS yang mencoreng dunia pendidikan di Takalar.
(K7/)